Home - Pemerintah Kota Tebing Tinggi

Selamat Datang

di Website Resmi Pemerintah Kota Tebing Tinggi

PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DI ERA DIGITAL

Di era digital seperti sekarang ini, teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Internet, smartphone, tablet, dan media sosial merupakan hal yang tak bisa dipisahkan dari keseharian anak sejak usia dini, bahkan banyak anak yang mulai menggunakan gadget sebelum SD.

Jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 221 juta orang, atau setara dengan 79,5 persen dari total populasi. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Hal tersebut menunjukkan bahwa akses digital sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 juga memperlihatkan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 39,71 persen anak usia dini di Indonesia tercatat telah menggunakan telepon seluler, dan 35,57 persen di antaranya sudah mengakses internet. Jika dirinci lebih jauh, terdapat 5,88 persen anak di bawah usia 1 tahun yang telah menggunakan gawai, serta 4,33 persen anak pada kelompok usia yang sama yang sudah terhubung ke internet pada tahun 2024.

Pada kelompok usia 1–4 tahun, sebanyak 37,02 persen anak telah menggunakan telepon genggam, dan 33,80 persen sudah mengakses internet. Sementara itu, pada usia 5–6 tahun, angkanya meningkat cukup signifikan, yakni 58,25 persen menggunakan telepon genggam dan 51,19 persen telah mengakses internet. Bahkan di sejumlah wilayah tertinggal, fenomena kecanduan media sosial mulai terlihat pada anak usia 13–14 tahun. Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi orang tua, pendidik, dan pemerintah untuk lebih serius dalam mengawasi serta membimbing penggunaan teknologi di kalangan anak-anak.

Mengapa Peran Orang Tua Itu Penting?
Peran orang tua dalam membentuk karakter anak tidak hanya terjadi di sekolah atau masyarakat, tetapi yang utama adalah di rumah. Di era digital, peran orang tua justru menjadi kunci utama karena teknologi jika dibiarkan tanpa pengawasan dapat membawa dampak negatif seperti kecanduan layar, konten tidak sesuai usia, dan kurangnya keterampilan sosial nyata.

Beberapa kajian akademik menunjukkan bahwa orang tua memiliki peranan besar dalam:
•    Memberi contoh (role model) dalam penggunaan teknologi sehari-hari (ojs.staialfurqan.ac.id)
•    Melindungi anak dari konten negatif sambil tetap memfasilitasi pembelajaran positif (journal.risaglobal.org)
•    Membimbing anak dalam literasi digital, yakni kemampuan memilih dan memahami konten yang baik (www.researchgate.net/publication/394579676_Peran_Orang_Tua_dalam_Mengembangkan_Literasi_Digital_Anak_Usia_Dini_Studi_pada_TK_di_Jakarta_Timur)
Hal-hal ini menjadi fondasi pembentukan nilai seperti disiplin, tanggung jawab, empati, dan etika — semua bagian dari karakter yang baik.

Dampak Teknologi jika Tanpa Bimbingan Orang Tua
Walau teknologi bisa membantu proses belajar, ada juga dampak negatif jika tidak dikontrol dengan baik:
Waktu layar yang berlebihan
•    Di banyak negara, anak usia 8–18 tahun menghabiskan sekitar 7,5 jam per hari menggunakan layer (www.aacap.org).
•    Angka ini jauh lebih besar dibandingkan waktu untuk sekolah, bermain, atau interaksi keluarga.
Pengaruh terhadap perkembangan fisik dan mental
•    Paparan layar yang berlebihan telah dikaitkan dengan gangguan tidur, kurangnya aktivitas fisik, serta potensi masalah fokus atau perilaku. 
•    Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan layar yang sangat tinggi pada balita dapat berkorelasi dengan keterlambatan perkembangan kosa kata. 
Perhatian anak terganggu oleh gadget
•    Dalam beberapa studi di negara lain, anak di bawah usia 13 bahkan menghabiskan waktu di depan layar lebih lama daripada waktu yang dihabiskan bersama orang tua, yang menunjukkan betapa kuatnya daya tarik digital dibanding interaksi nyata.

Ini bukan pesan bahwa teknologi selalu buruk, tetapi tanpa bimbingan yang tepat, risiko-risiko tersebut akan semakin besar.

Bagaimana Orang Tua Dapat Membentuk Karakter Anak di Era Digital
Berikut beberapa peran orang tua yang terbukti penting dalam membentuk karakter anak saat ini:
1. Membimbing dan Mendampingi
Orang tua harus menjadi pendamping aktif, bukan hanya memberi gadget kepada anak lalu membiarkan mereka bebas menggunakannya. Mereka perlu mendampingi, menjelaskan mana konten yang baik, dan menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat. 

2. Mengontrol Waktu Layar
Orang tua dapat menetapkan screen time yang sehat — misalnya membatasi waktu penggunaan gadget, terutama untuk anak di bawah usia tertentu — sesuai dengan rekomendasi kesehatan anak.

3. Menjadi Teladan dalam Penggunaan Teknologi
Anak-anak sering meniru apa yang dilakukan orang tua. Jika orang tua sering terlihat menggunakan teknologi dengan bijak — misalnya membaca, belajar, atau berkegiatan keluarga — anak pun akan belajar hal yang sama.

4. Mengembangkan Literasi Digital
Literasi digital adalah kemampuan tidak hanya untuk mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga:
•    Memahami risiko dan manfaatnya
•    Mengenali konten yang berkualitas
•    Melindungi privasi dan identitas online
Orang tua punya peran penting untuk mengajarkan semua hal ini sejak dini. 

5. Berkegiatan Bersama di Luar Teknologi
Selain mendampingi teknologi, orang tua harus menyempatkan waktu untuk aktivitas fisik, kreativitas, dan interaksi tatap muka dengan keluarga — hal-hal yang memperkuat karakter sosial anak.

Kesimpulan
Era digital membawa peluang besar bagi anak untuk belajar dan berkembang. Namun, kecepatan teknologi dan volume informasi yang tersedia juga membawa risiko bagi perkembangan karakter anak jika tidak dibimbing dengan baik. Dalam kondisi seperti ini:

  • Peran orang tua adalah menjadi fasilitator, pembimbing, dan pendamping yang aktif. 
  • Orang tua perlu mengontrol penggunaan teknologi, bukan melarang seluruhnya, tetapi memaksimalkan manfaatnya untuk pembelajaran positif.
  • Orang tua harus terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, agar anak mereka tidak hanya cakap teknologi, namun juga berkarakter kuat, etis, dan bertanggung jawab.

Dengan bimbingan orang tua yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi individu yang mampu menghadapi tantangan dunia digital tanpa kehilangan nilai-nilai hidup yang penting. 

Penulis : Susanna Nina Karina

Komentar
  • TERBARU
  • TERPOPULER
  • ACAK