JELANG IDUL ADHA, SATGAS PANGAN TEBING TINGGI PANTAU STABILITAS HARGA DAN KETERSEDIAAN BAHAN POKOK
Guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Tebing Tinggi melakukan pemantauan intensif di sejumlah pasar tradisional, kilang padi dan gudang distributor bahan pangan pokok, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang melibatkan unsur TNI, Polri, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait ini diawali dengan apel gabungan di Lapangan Merdeka yang dipimpin oleh Perwira Penghubung (Pabung) Koramil 0204/DS, Kapten Inf P.M. Simanjuntak. Dalam arahannya, Kapten Inf P.M. Simanjuntak menekankan bahwa pengawasan ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya spekulasi harga di tingkat pedagang.
"Fokus kita tidak hanya pada fluktuasi harga, tetapi juga memastikan rantai distribusi pangan berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa kendala," tegas Kapten P.M. Simanjuntak.
Apel tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas sektor, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Iboy Hutapea, Kanit Tipidter Polres Tebing Tinggi NJ. Silalahi, serta Kepala Gudang Bulog Paya Pasir Meshta Bangun.
Untuk efektivitas pemantauan, tim Satgas dibagi menjadi tiga kelompok yang menyasar titik-titik strategis di Kota Tebing Tinggi. Kelompok pertama melakukan inspeksi di Pasar Gambir, Kilang Padi Cinta Damai, dan UD Tani Mandiri di Jalan Ahmad Yani. Sementara kelompok kedua meninjau Pasar Inpres, Kilang Padi Dua Saudara, serta UD Aneka Ragam di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, dan kelompok ketiga menyisir Pasar Sakti, Kilang Padi Sumber Tani, dan Grosir UD Semesta yang juga berada di Jalan Soekarno-Hatta.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung, Satgas mencatat harga sejumlah komoditas utama masih berada dalam kategori terkendali, diantaranya beras IR 64 dijual diharga Rp15.000 per kilogram, kacang tanah Rp33.000 per kilogram, kacang hijau Rp27.000 per kilogram, cabai merah Rp48.000 per kilogram, cabai kecil Rp48.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000–55.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, gula pasir Rp18.500 per kilogram, dan minyak goreng kuning Rp21.000 per liter.
Untuk komoditas daging, harga daging sapi tercatat Rp130.000 per kilogram, daging kambing Rp100.000 per kilogram, daging ayam ras Rp26.000 per kilogram, daging ayam buras Rp60.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp1.400–1.700 per butir.
Sementara itu, untuk komoditas perikanan tercatat sebagai berikut, tongkol dijual Rp35.000 per kilogram, ikan gembung Rp55.000 per kilogram, ikan dencis Rp45.000 per kilogram, ikan mas Rp45.000 per kilogram, ikan lele Rp25.000 per kilogram, dan ikan nila Rp35.000 per kilogram.
Selain itu, harga tepung terigu Rp8.000 per kilogram, tepung tapioka Rp10.000 per kilogram, tepung maizena Rp2.500 per bungkus, susu kental manis Rp13.000 per kaleng, tomat Rp24.000 per kilogram, kentang Rp12.000 per kilogram, kol Rp8.000 per kiligram, wortel Rp14.000 per kilogram, kacang panjang Rp16.000 per kilogram, terong ungu Rp12.000 per kilogram, terong kecil Rp10.000 per kilogram, sawi Rp12.000 per kilogram, kangkung Rp2.500 per ikat, bayam Rp5.000 per ikat, kelapa biji Rp15.000 per gandeng, dan garam Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, harga tepung terigu Rp8.000 per kilogram, tepung tapioka Rp10.000 per kilogram, tepung maizena Rp2.500 per bungkus, susu kental manis Rp13.000 per kaleng, tomat Rp24.000 per kilogram, kentang Rp12.000 per kilogram, kol Rp8.000 per kiligram, wortel Rp14.000 per kilogram, kacang panjang Rp16.000 per kilogram, terong ungu Rp12.000 per kilogram, terong kecil Rp10.000 per kilogram, sawi Rp12.000 per kilogram, kangkung Rp2.500 per ikat, bayam Rp5.000 per ikat, kelapa biji Rp15.000 per gandeng, dan garam Rp10.000 per kilogram.
Melalui kegiatan ini, pemerintah kota berharap kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan aman dan terjangkau.
